Rabu, 02 Januari 2013

KENDARAAN, JALAN, TERMINAL DAN KAMPUS (MASIH) BUAT KEMACETAN

Para pengendara yang berdesakan dalam kemacetan di depan pintu gerbang kampus Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung


PAGI hari, seperti biasanya banyak mahasiswa yang menuju ke kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yang berlokasi di jalan Setiabudi, Bandung dihadapkan pada kemacetan, padahal jarak antara kampus tempat mereka menuntut ilmu dengan lokasi tempat tinggalnya tidak terlalu jauh hanya berkisar 2-3KM. Akan tetapi, mahasiswa yang kebanyakkan pengguna sepeda motor ini sering sekali terjebak macet hingga puluhan menit hanya untuk menuju kampus mereka tersebut.

Dampak dari kemacetan ini kerap sekali memberi keluhan bagi mahasiswa itu sendiri menjadi sering terlambat mengikuti perkuliahan gara-gara terjebak di dalam kerumunan kemacetan.
“Lokasi tempat saya ngekost di daerah gerlong, jarakny ke kampus tidak jauh tapi saya sering kejebak macet 30 menit hingga 1 jam” ungkap kekesalan Imay, salah seorang mahasiswa UPI.
“Setiap pagi saya selalu kesal karena terjebak macet kalau mau ke kampus, jika sudah kesal begitu bagaimana saya bisa memulai perkuliahan dengan baik” keluh Imam Akhmad, salah seorang mahasiswa UPI yang setiap harinya mengendarai motor ke kampus.

Kemacetan pada jam masuk kerja (07:00-08:00 WIB), Istirahat siang (12:00-13:00 WIB) dan pada jam pulang kerja (16:00-18:00) memang sudah menjadi tradisi di jalanan sekitar gerbang kampus UPI ini. Hal ini dikarenakan jalanan umum yang sempit di lokasi ini memang tidak akan sanggup menerima lonjakan banyaknya kendaraan yang berlalu-lalang pada jam-jam sibuk seperti yang telah disebutkan diatas Tadi.

Lokasi kampus memang menjadi langganan banyaknya  kendaraan apalagi kalau kampus itu sendiri berada dekat dengan kawasan terminal yang juga dipenuhi dengan kendaraan transportasi, hal inilah yang menjadi penyebab utama kemacetan di depan pintu masuk gerbang kampus UPI.

Kawasan terminal Ledeng yang memang ramai dengan kendaraan dan orang-orang yang bertransaksi jual-beli, di tambah lagi banyaknya tempat makan membuat kawasan ini memang membuat banyaknya aktivitas masyarakat yang terjadi yang dapat menghambat kelancaran lalu lintas. Ditambah lagi kawasan ini dekat dengan kawasan kampus UPI yang memuat banyak sekali aktivitas termasuk aktivitas di jalanan sekitar kampus yang memastikan pemerolehan kemacetan menjadi semakin parah.

“Kawasan ini mengalami kemacetan dikarenakan banyaknya jumlah kendaraan yang masuk ke kampus UPI dan susahnya menertibkan para pengemudi angkot yang berhenti sembarangan” ungkap Dedi Iswanto, seorang petugas kepolisian lalu-lintas.

Berbagai faktor yang menyebabkan kemacetan di depan gerbang kampus UPI tadi memang sangat kompleks. Untuk itu perlu adanya kerjasama yang baik dari semua pihak yang terkait baik itu dari pihak yang mengatur ketertiban lalu lintas, pihak kampus , para pengendara dan masyarakat.

Dari pihak kepolisian lalu lintas perlu adanya penambahan personil yang bertugas di daerah kemacetan ini sehingga banyaknya kendaraan dapat diatur dan amankan semaksimal mungkin dan perlu adanya tindakan yang tegas terhadap para pengemudi angkot yang berhenti dengan sembarangan.

Pihak kampus UPI sendiri harus memberikan peranan yang penting dalam menanggulangi kemacetan tersebut. Dengan cara memberikan kebijakan agar beberapa akses pintu masuk di UPI dibuka supaya para mahasiswa yang ingin memasuki kawasan kampus tidak hanya menumpuk di satu titik pintu masuk saja, namun dapat terbagi-bagi.

Para pengendara kendaraan baik mobil ataupun motor juga tidak bisa lepas dari upaya penanganan macet tersebut . Dengan kata lain perlu adanya kesadaran bagi para pengendara khususnya mahasiswa yang hendak menuju kampus yang tempat kostannya dekat kampus sebaiknya tidak membawa kendaraan dan memilih alternatif dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Disamping dapat mengurangi jumlah kendaraan juga dapat meningkatkan kesehatan pada mahasiswa itu sendiri.

Pemerintah Indonesia juga perlu berkontribusi dalam membatasi atau mengurangi jumlah kendaraan yang beredar di Negara ini dan juga perlu untuk memperbaiki sarana transportasi seperti memperlebar jalanan yang ada di Indonesia, dengan demikian dapat mengurangi kemacetan yang ada di jalanan negeri ini terkhusus di jalan depan gerbang kampus UPI (Jaka Aris Napitupulu, dari Setiabudi, Bandung).

1 komentar: